Sistem Informasi Akreditasi Program Studi Teknologi Informasi
Sekolah Vokasi Universitas Tiga Serangkai
Akreditasi / Butir 2.3.A Masuk

← C2 - RELEVANSI PENDIDIKAN

Butir 2.3.A

Elemen penilaian

[EVALUASI] Bagian ini berisi penjelasan tentang evaluasi secara berkala mengenai ketercapaian standar dan indikator yang sudah ditetapkan dan dilaksanakan yang mencakup sarana dan prasarana pendidikan, DTPR dan dosen praktisi, dan pembiayaan pendidikan, sistem penerimaan mahasiswa baru, pendidikan berbasis luaran (outcome-based education/OBE), dan kompetensi lulusan, proses pembelajaran, isi pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Bagian ini juga berisi penjelasan tentang faktor pendukung terlampaui/tercapainya standar, dan akar masalah yang menyebabkan tidak tercapainya standar. Tim Penyusun perlu menyampaikan hasil survei kepuasan terhadap layanan pembelajaran dengan responden mahasiswa.
A. Evaluasi ketercapaian standar dan indikator terkait sarana dan prasarana pendidikan, DTPR dan dosen praktisi, dan pembiayaan pendidikan, penerimaan mahasiswa baru dalam rangka perluasan akses, keragaman asal calon mahasiswa (misal: asal, suku,
jenis kelamin), program afirmasi, dan calon mahasiswa berkebutuhan khusus.

Narasi

Dosen Tetap Perguruan Tinggi dan Program Studi, Penerimaan Mahasiswa Baru dan Keragaman Asal Mahasiswa

Evaluasi terhadap Dosen Tetap Homebase dilakukan secara berkala melalui Audit Mutu Internal (AMI) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jumlah Dosen pada Program Studi D3 Teknologi Informasi saat ini adalah 8 (delapan) oran. Jumlah ini melampaui standar minimal enam dosen tetap sebagaimana ditetapkan dalam SN-Dikti.

Seluruh dosen tetap telah memiliki Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Dosen Tetap dari Rektor, serta Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang terdaftar di PDDikti, sehingga keabsahan status dosen tetap dapat dipertanggungjawabkan. Dari sisi kualifikasi akademik, seluruhnya minimal bergelar Magister (S2) dengan bidang ilmu yang linier terhadap program studi, yang dibuktikan melalui ijazah dan transkrip akademik masing-masing dosen.

Selain itu, beberapa dosen tetap telah memiliki Sertifikat Pendidik (Serdos) serta mengikuti pelatihan dasar kependidikan (AA/PEKERTI). Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik dosen telah memenuhi standar nasional. Dari sisi jenjang karier, komposisi jabatan akademik terdiri atas Lektor, Asisten Ahli, dan Pengajar, yang memperlihatkan keberagaman sekaligus potensi pengembangan karier.

Evaluasi rasio dosen mahasiswa menunjukkan bahwa pada 2024 Program Studi memiliki 6 Dosen Tetap Penghitung Rasio. Dengan Rasio Dosen terhadap Mahasiswa sebesar 1:4,5. Hal ini juga tercermin dalam Laporan Beban Kerja Dosen (BKD) yang menunjukkan distribusi tridharma (pendidikan, penelitian, pengabdian) telah dilaksanakan sesuai standar.

Namun demikian, hasil AMI mencatat bahwa proporsi dosen bergelar doktor masih terbatas, sehingga kapasitas riset unggulan dan publikasi internasional belum optimal. Rekomendasi tindak lanjut yang dihasilkan dalam RTM adalah mendorong dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral serta meningkatkan kolaborasi penelitian dengan universitas mitra.

Evaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru pada Program Studi D3 Teknologi Informasi Sekolah Vokasi Universitas Tiga Serangkai dilakukan setiap tahun berdasarkan yang menjadi dasar hukum pelaksanaan seleksi. Proses penerimaan ini juga terdokumentasi dalam LKPS Tabel 2.A.1, yang mencatat data daya tampung, jumlah pendaftar, jumlah mahasiswa diterima, dan jumlah mahasiswa registrasi ulang. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa selama tiga tahun terakhir, daya tampung tidak terpenuhi, bahkan jumlah pendaftar mengalami penurunan. Penerimaan Mahasiswa Baru mengalami peningkatan pada tahun 2025.

Dari sisi keragaman, data pada LKPS Tabel 2.A.2 memperlihatkan adanya keberagaman yang didominasi hanya seputar pada karesidenan Surakarta (Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, Boyolali, Klaten). Dari keberagaman gender, program studi D3 Teknologi Informasi didominasi oleh laki-laki.

Evaluasi juga mencatat adanya jalur program afirmasi, seperti KIP-Kuliah, Beasiswa Yayasan, serta Beasiswa Tahfidz. Jalur afirmasi ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk tetap dapat mengakses pendidikan tinggi. Dokumentasi tersebut memperlihatkan bahwa program afirmasi telah berjalan dengan baik, dan jumlah penerima beasiswa meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, universitas telah menyiapkan pedoman layanan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, meskipun hingga saat ini belum terdapat mahasiswa difabel yang diterima pada Program Studi D3 Teknologi Informasi. Bukti fisik kesiapan ini ditunjukkan melalui dokumen pedoman layanan difabel dan keberadaan sarana prasarana aksesibilitas, seperti ramp kursi roda di beberapa gedung kuliah.

Dengan demikian, hasil evaluasi penerimaan mahasiswa baru menunjukkan bahwa proses PMB dilaksanakan sesuai dengan standar mutu yang berlaku. Bukti fisik berupa SK Rektor PMB, LKPS Tabel 2.A.1 dan 2.A.2, SK penerima beasiswa, laporan keuangan afirmasi, serta pedoman layanan difabel menjadi dasar kuat yang mendukung klaim evaluasi ini. Meski begitu, hasil AMI merekomendasikan agar strategi promosi lintas-provinsi lebih ditingkatkan, sehingga proporsi mahasiswa dari luar kota dapat lebih besar.

Persentase isian
100%
Detail dokumen
ButirNama dokumenDokumen / linkAksi
2.3.ALaporan Evaluasi Mahasiswa terhadap Layanan Buka link
2.3.ALAPORAN EVALUASI DAN PERTANGGUNGJAWABAN PMB Buka link
2.3.AEvaluasi Dosen oleh Mahasiswa Buka link